Selasa, 18 Juni 2013

Persembunyian terakhirPersembunyian terakhir by V. Lestari
My rating: 3 of 5 stars

Rita dan putrinya Novi tewas terbunuh. Danar, sang suami yang diduga sebagai pelaku menghilang tanpa jejak. Hingga 2 tahun kemudian, rumah tersebut dibiarkan kosong oleh pemiliknya, Bu Mangku. Keadaan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar terutama para tetangga yang rumahnya berdempetan dengan rumah tersebut.

Atas usul beberapa tetangga, walaupun tampak enggan, akhirnya Bu Mangku bersedia menyewakan rumah tersebut meskipun dengan harga sewa yang sangat murah. Adalah Lila bersama kedua temannya, Dewi dan Susan yang kemudian menyewa rumah tersebut melalui Bu Sanusi, tetangga yang rumahnya terletak di belakang rumah tersebut.

Keingintahuan Lila yang begitu besar akan peristiwa pembunuhan tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Lila mempunyai hubungan khusus dengan Danar dan ia bertekad untuk menemukan Danar karena meyakini bahwa Danar tidak bersalah.

Mampukah Lila menemukan Danar ?
Benarkah Danar yang telah membunuh Rita dan Novi ?
Bersembunyi dimanakah Danar selama ini ?

Semua pertanyaan ini akan memenuhi benak kita sepanjang kita membaca buku ini. Memang ada beberapa hal yang kiranya mudah untuk kita tebak, tetapi ternyata dengan cerdik V. Lestari membuat kejutan dengan menghadirkan sang pembunuh yang sebenarnya, seseorang yang sama sekali tak terduga.

Merupakan ciri khas dari V. Lestari untuk mejadikan seorang wanita sebagai tokoh utama dalam setiap ceritanya. Dan kemampuan penulis dalam membangun konflik secara perlahan namun menggemaskan selalu mampu membuat pembaca untuk terus membaca dan enggan berhenti hingga akhir cerita. Ada sedikit keanehan yang kita temui dalam kasus kematian Rita dan Novi, bagaimana mungkin polisi tidak memeriksa setiap sudut rumah guna mencari petunjuk sehingga melewatkan sebuah lemari di bawah sofa meskipun lemari tersebut dalam keadaan tergembok dan menyebabkan suatu hal yang sangat penting sebagai petunjuk menjadi terlewatkan. Tapi bagaimana pun juga, buku ini layak diberi 3 bintang.

-.Miss Kodok-

View all my reviews
9 Summers 10 Autumns9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan
My rating: 2 of 5 stars

Membeli buku ini sejak lama tapi entah kenapa belum tertarik untuk menyentuhnya hingga akhirnya buku ini diangkat ke layar lebar. Ketika filmnya tayang di bioskop, keinginan saya untuk melihatnya terbentur oleh karena belum membaca bukunya. Saya termasuk orang yang lebih memilih membaca dulu baru menyaksikan filmnya karena beberapa alasan:
1. Saya selalu khawatir tidak lagi memiliki semangat untuk membaca bukunya bila sudah melihat filmnya.
2. Saya pun selalu khawatir bila melihat filmnya dahulu, maka saya akan kehilangan gambaran tokoh sesuai imajinasi saya, karena yang terbayang tentu saja adalah tokoh yang digambarkan di dalam film.
untuk alasan itulah, maka saya pun mengaduk-aduk lemari buku saya mencari buku ini.

Bagian pertama buku ini menceritakan tentang tahun pertama keberadaan Iwan, Sang Penulis di kota New York ketika ia mengalami penodongan, dan disini pula untukpertama kali ia bertemu dengan seorang bocah laki-laki berseragam SD, putih-merah, seorang anak yang kemudian menjadi tokoh imajinernya. Tokoh yang membukakan kemampuannya untuk berkisah tentang masa alau dan segala rahasia hatinya.

Berangkat dari kehidupan yang serba kekurangan di kota Batu yang terkenal dengan sebutan kota apel, Iwan kecil memulai kisahnya. Bercerita tentang betapa sulitnya kehidupan yang harus ia lalui bersama keempat saudarinya di sebuah rumah sempit. Ayahnya hanya seorang sopir angkot yang menjadi keras karena tempaan hidup, namun cinta kasih yang menaungi mereka sekeluarga menjadikan mereka semua pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Segala pengorbanan yang dilakukan orang tua beserta kelima anak-anak mereka telah membuahkan hasil yang membahagiakan. Kehidupan ekonomi mereka perlahan tapi pasti terangkat menjadi jauh lebih baik dari apa yang sekedar mereka harapkan, jauh dari sekedar apa yang dapat mereka impikan.

Sekilas buku ini tidak jauh berbeda dengan cerita Laskar Pelangi ataupun Negeri 5 Menara dimana dikisahkan tentang seorang anak yang bukan siapa-siapa, namun dengan berbekal semangat pantang menyerah bisa menjadi seseorang . Iwan hanya mencoba menampilkan kisah hidupnya dengan cara yang sedikit berbeda, juga dengan pemilihan kata (diksi) yang menurut saya agak kurang laki-laki.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kita membaca tulisan seseorang, secara nyata atau tidak, kita telah sedikit lebih mengenal karakter Sang Pengarang melalui tokoh yang terdapat di dalam cerita. Begitu pula dengan buku ini, semakin dalam kita memasuki cerita dalam buku ini, maka kita akan semakin mengenal karakter sang penulis, yang entah kenapa, ada satu sisi yang mengganjal perasaan saya.
Mungkin saja saya terpengaruh dengan begitu banyaknya percakapan dengan sang bocah imajiner dalam bahasa Inggris yang menjadikan sang tokoh utama tak lagi tampak sebagai seorang tokoh yang sederhana, dan sebutan-sebutan tempat ðï kota NewYork yang begitu banyak bertebaran dalam setiap lembar cerita, membuat saya sebagai pembaca merasa begitu terasing (entahlah bagi pembaca yang memang sudah pernah berkunjung ke NewYork dan mengenal setiap sudut kota tersebut), dan menjadikan sang tokoh menjadi kurang membumi di mata saya.

Kemudian ada suatu yang begitu mengganjal ðï benak saya ketika saya sampai pada halaman terakhir buku ini. Sang tokoh, yang ketika kecil harus bergumul dalam kesulitan dan keterbatasan ekonomi, sehingga begitu banyak keinginannya yang hanya menjadi sebuah keinginan, lalu kemudian meraih apa yang lebih dari sekedar apa yang berani ia impikan. Dan ketika ia telah memiliki kehidupan yang mapan, ketika ia telah menduduki jabatan yang menjadi impian begitu banyak orang, ia memutuskan untuk meninggalkan karirnya yang cemerlang hanya karena seringnya ia tersiksa kerinduan akan kota kecil dimana ia lahir dan dibesarkan. Padahal selama 9 musim panas dan 10 musim gugur telah mampu ia lewati dengan baik, masa-masa sulit diawal kedatangannya ke NewYork pun telah terlewati. Saya merasa ada yang kurang pas dengan pemikiran saya. Kemana sang tokoh yang telah tertempa dengan baik sejak kecil dalam mengejar semua mimpi-mimpinya ? Kemana sang tokoh yang telah bersusah payah mengejar mimpinya bila kini ia meninggalkan segala yang ia miliki hanya karena tak lagi tahan menghadapi kerinduan akan kota kelahirannya ? Ataukah jangan-jangan keputusannya meninggalkan apa yang telah diraihnya selama ini dikarenakan suatu hal yang harus dilakukan dengan terpaksa #nuduh.

Terlepas dari itu semua, toh itu hanya pemikiran saya seorang sebagai pembaca (dan bukan siapa-siapa). Iwan tentu punya alasan tersendiri. Dan terlepas dari apa pun juga, buku ini cukup layak untuk dijadikan sebagai buku referensi bagi orang-orang yang hampir kehilangan semangat untuk meraih mimpi mereka.

Dan ketika saya telah menyelesaikan membaca buku ini, maka saya telah kehilangan keinginan untuk menyaksikan filmnya di layar lebar.

-Miss Kodok.-

View all my reviews
Ratu Adil: Memoar Seorang SkizofrenRatu Adil: Memoar Seorang Skizofren by Satira Isvandiary
My rating: 2 of 5 stars

Bagaimana buku ini bisa ada di rumah ? Saya tidak ingat pernah membelinya, dimana dan kapan, ternyata otak saya tak cukup mampu untuk mengingatnya. Mungkin dulu ada yang memberikan buku ini pada saya, entahlah... Dan entah kenapa pula tiba-tiba saja ketika saya menyambangi rak buku saya, maka buku ini menjadi pilihan bacaan saya bulan ini.

Ratu Adil..., judul yang begitu menggoda, karena sejujurnya saya sangat ingin tau seperti apakah sosok Ratu Adil yang sesungguhnya, karena kita semua tau bahwa sosok tersebut masih merupakan misteri yang belum terpecahkan hingga kini.

Cerita diawali dengan kisah yang sangat biasa saat Evie, sang penulis menghabiskan masa kecil dan masa remajanya, berkenalan dengan lawan jenis dan berlaku seperti monyet yang sedang jatuh cinta. Hal yang dialami oleh setiap manusia. Sayangnya Evie bukanlah seseorang yang memiliki kepribadian yang kuat. Lemahnya iman telah menyeret Evie ke dalam pergaulan bebas yang menyebabkan Evie begitu terikat dan takut kehilangan kekasihnya. Kendati telah menyadari sikap Jatmiko yang kurang baik, toh Evie tak punya pilihan selain tetap melanjutkan hidupnya bersama Jatmiko dengan memasuki jenjang pernikahan. Kehidupan rumah tangga yang menjadi impiannya hanyalah menjadi impian semata. Berbagai gelombang dan angin topan menghamtam rumah tangga mereka, dan sayangnya dua bocah kecil buah cinta mereka yang kini adalah penumpang di dalam bahtera rumah tangga mereka tak mampu menumbuhkan kekuatan dalam diri Evie untuk bertahan. Perlahan tapi pasti, segala hantaman yang menderanya telah membuat Evie mulai hilang kesadaran dan hidup dalam dunianya sendiri yang dipenuhi dengan halusinasi. Evie semakin terpuruk hingga harus menjalani hari-harinya di Rumah Sakit Jiwa selama 5 tahun sebelum akhirnya kesadaran kembali kepadanya. Evie dinyatakan sembuh dan dapat kembali ke kehidupan normal.

Evie menuliskan segala pengalamannya ketika mengalami halusinasi-halusinasi yang telah melumpuhkan akal sehatnya (istilah kerennya: Skizofren). Dimulai ketika ia sering mendengar suara bisikan-bisikan yang begitu dekat di telinganya, kemudian ia melihat mahluk-mahluk beraneka rupa dan bentuk yang mengganggunya. Kisah yang ditulis oleh Evie adalah apa yang dialaminya selama 5 tahun ketika mengidap skizofren. Tentu saja ini semua sangat tidak masuk akal bagi kita yang merasa waras. Halusinasi Evie tentang kemampuannya berkomunikasi dengan segala jenis hewan, dengan para penghuni alam kubur, dengan Rasulullah Muhammad SAW terasa menggelikan. Secara sadar, saya mencoba memahami apa yang menjadi halusinasi Evie saat itu, tetapi banyak kisahnya yang akhirnya membuat saya menjadi pusing karena pemikiran saya menentang semuanya. Dan jujur saja, saya pun hampir ikut menjadi tidak waras membacanya. Saya kagum pada Evie yang mampu menuliskan segala yang dialaminya ketika sakit, padahal jelas bahwa saat itu ia kehilangan akal sehatnya, sehingga buku ini semakin tidak masuk akal bagi saya.

Saya salut pada Evie yang kemudian berusaha bangkit dan melepaskan diri dari halusinasinya. Dan kita pun pada akhirnya harus percaya bahwa keinginan yang kuat akan mampu mengatasi rintangan yang tersulit sekalipun. Kita pasti akan bisa melakukan sesuatu hal asalkan kita ♏αΰ berusaha. Karena ternyata di dunia ini memang tidak ada orang yang tidak bisa, tetapi yang ada adalah orang yang ♏αΰ atau tidak untuk berbuat sesuatu. Baik untuk dirinya sendiri, maupun untuk orang yang lain, terutama orang yang dicintainya.

-.Miss Kodok-
Pendekar Bambu buku #2Pendekar Bambu buku #2 by V. Lestari
My rating: 3 of 5 stars

Kegelisahan Ninik akan keselamatan Tirto membuatnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta lebih cepat dari rencana sebelumnya. Ditengah perjalanan, dengan meminjam telepon pada sebuah penginapan (cerita ini dibuat tahun 1988 dimana saat itu di negara kita belum ada telepon genggam), Ninik berhasil menghubungi Jakarta dan mendapatkan kabar mengejutkan tentang kematian Tirto. Kematian Tirto yang menurutnya tidak wajar semakin menguatkan kecurigaan Ninik akan keterlibatan Evita, istri Tirto, dalam kasus percobaan pembunuhan atas dirinya yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Tekad Ninik pun semakin kuat untuk membongkar segala kejahatan Evita.

Lebih mengejutkan lagi ketika tiba di Jakarta ternyata jenazah Tirto telah dimakamkan sehingga sulit bagi Ninik untuk menemukan bukti bahwa Tirto meninggal karena dibunuh. Satu-satunya orang yang diharapkan oleh Ninik untuk dapat membantunya, Slamet ternyata meninggal dunia sebelum Ninik sempat mengorek keterangan perihal kematian Tirto. Ninik kemudian meminta bantuan dr. Ikhsan agar bersedia membantunya untuk menggali makam Tirto guna melakukan otopsi. Kenyataan yang dikemukakan Ninik kepada dr. Ikhsan sebenarnya menyadarkan dr. Ikhsan akan adanya kejanggalan tersebut, namun enggan mengakui kelalaiannya, dr. Ikhsan justru menelpon dan memberitahu Evita tentang hal itu. Tak lama pun dr. Ikhsan meninggal dalam sebuah kecelakaan yang aneh. Lenyap sudah saksi-saksi yang diharapkan Ninik dapat membantunya mengungkap kejahatan Evita. Namun hal ini semua tidak menyurutkan tekad Ninik untuk membuktikan kesalahan Evita kendati ia harus berhadapan dengan seorang dukun dari Pasar Jumat.

Kisah yang menggemaskan untuk segera mengetahui bagian akhir cerita. Bagaimanakah kelanjutannya ?? Hmmm.... Gªќ sabar untuk segera mulai membaca buku ketiga...
Lanjuuuut....

-.Miss Kodok-

Pendekar Bambu buku #1Pendekar Bambu buku #1 by V. Lestari
My rating: 3 of 5 stars

Ninik Purwanti, seorang gadis cantik yang melalui masa kanak-kanaknya nyaris tanpa kebahagiaan. Ayah dan ibu tirinya tidaklah mempedulikannya, bahkan mereka seperti tidak pernah menganggap keberadaan Ninik. Ninik tumbuh menjadi gadis remaja yang rapuh. Keinginannya untuk menjadi artis telah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan merenggut masa depan Ninik. Akhirnya Ninik terdampar menjadi seorang perempuan simpanan seorang pengusaha kaya, Tirto Suryo. Ketakutan akan kehilangan Tirto, Ninik dengan sengaja membiarkan dirinya hamil dengan harapan agar Tirto ♏αΰ menikahinya secara resmi. Tetapi Ninik harus terkejut dan kecewa ketika menemukan kenyataan bahwa bagi Tirto, dirinya tidaklah lebih dari sekedar alat pemuas hasrat biologis Tirto. Tidak ada cinta untuk dirinya. Namun Tirto berjanji akan segera menikahinya setelah mendapatkan izin dari istrinya.

Harapan Ninik tinggalah harapan belaka ketika akhirnya ia justru hampir menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Irwan dan Kusno, keduanya adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan milik Tirto. Takdir dan keberuntungan telah menyelamatkan Ninik dari kematian meski ia harus mengalami keguguran. Ninik yang pingsan di tengah hutan karet di Parung ditemukan oleh Pak dan Bu Jahri yang dikenal sebagai dukun di kampung tersebut. Ninik tidak hanya dirawat hingga sembuh oleh pasangan tua tersebut, tapi ia kemudian diangkat sebagai anak mereka. Melalui Pak Jahri, Ninik kemudian belajar mengenai obat-obat tradisional yang berasal dari berbagai macam tumbuhan yang dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dan atas anjuran Pak Jahri pula Ninik belajar ilmu bela diri pada Ki Loreng.

Dari padepokan Ki Loreng, Ninik kembali memulai kisah cintanya dengan Rama, seorang pemuda yang berasal dari Cibinong. Berbeda dengan yang sudah-sudah, Rama mencintai Ninik dengan tulus, tak peduli betapa pun buruknya masa lalu Ninik. Sayang, hubungan mereka terhalang oleh orang tua Rama. Demi keselamatan Pak dan Bu Jahri, Ninik meninggalkan Parung dan kembali ke Jakarta, berusaha menghapus semua harapannya bersama Rama. Ia kemudian mengambil sekolah untuk menjadi seorang perawat.

Sepuluh tahun berlalu. Nasib kembali mempertemukan Ninik dengan Tirto. Kali ini dengan situasi yang sangat berbeda. Tirto mengidap kanker hampir di seluruh tubuhnya dan ia telah dinyatakan hanya memiliki waktu hidup kurang lebih satu bulan oleh dokter. Dokter Ikhsan yang merawat Tirto merekomendasikan Ninik pada keluarga Tirto untuk menjadi perawat Tirto. Dendam lama kembali muncul, Ninik merasa bahwa inilah saat yang ditunggu-tunggu baginya untuk membalas semua perlakuan Tirto terhadapnya.

Namun Ninik terkejut ketika Tirto mengatakan bahwa ia sama sekali tidak tahu-menahu tentang usaha pembunuhan terhadap Ninik. Naluri Ninik dapat mempercayai pengakuan Tirto. Meski secara naluri pula Ninik telah mengetahui siapa dalang dibalik usaha pembunuhan atas dirinya, Ninik harus berjuang untuk menemukan bukti. Ia pun bertekad untuk menyembuhkan Tirto dengan caranya. Usahanya membawa hasil, kondisi Tirto semakin membaik, namun sayang, usaha Ninik menjadi sia-sia ketika ada orang lain yang menginginkan kematian Tirto secepatnya.

Ciri khas V. Lestari adalah menghadirkan seorang wanita sebagai tokoh utama dalam ceritanya. Seperti biasa pula, V. Lestari selalu membangun konflik secara lambat tapi menggemaskan, sehingga ketika saya telah mengetahui kemana cerita ini akan berakhir, saya tetap membaca lembar demi lembar hingga selesai. Sampul bukunya menarik dengan judul yang bagi saya sangat menggoda. Cerita dalam buku ini belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam buku keduanya.

-. Miss Kodok.-