Kamis, 20 Juni 2013

Di Pulau Harta (Lima Sekawan, #1)Di Pulau Harta by Enid Blyton
My rating: 4 of 5 stars

Baca Ulang !!
First read on September 11, 1986.

Iseng bongkar-bongkar lemari buku bagian bawah yang sudah lama banget enggak pernah disentuh. Nemu setumpuk buku lawas ini yang ternyata ketika beli dulu harganya Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) saja.

Tiga saudara, Julian. Dick dan Anne pergi berlibur ke rumah paman mereka di Teluk Kirin, sebuah tempat indah di tepi laut dengan pemandangan pulau Kirin yang sangat menakjubkan. Mereka untuk pertama kalinya berkenalan dengan Saudara sepupu mereka, Georgina, seorang gadis tomboy yang lebih suka disapa dengan nama George.

Kedatangan Julian dan adik-adiknya awalnya sangat mengganggu ketenangan George yang biasa menyendiri bersama anjing kesayangannya, Tim. Tapi ternyata kemudian George sangat menyukai saudara-saudara sepupunya. Apalagi setelah mereka berempat, eh... berlima dengan Tim mengalami petualangan yang seru di Pulau Kirin milik keluarga George.

Sebuah badai besar terjadi dan mengangkat kapal milik kakek buyut George yang telah lama karam ke permukaan. Mereka berhasil menemukan sebuah peta harta yang terdapat di dalam bangkai kapal tersebut. Mereka lalu berburu harta tersebut, tapi ternyata ada orang lain yang masih percaya tentang harta tersebut dan tentunya sangat menginginkannya dengan cara yang licik.

Mampukah George bersama saudara-saudaranya dan Tim mengatasi ini semua ??

Setelah hampir 30 tahun, ternyata membaca cerita petualangan karya Enid Blyton ini masih tetap mengasyikan. Sayangnya ketika cerita ini dibuat film serinya, ceritanya menjadi kurang menarik dan alur ceritanya terlalu lambat. Jadi ternyata... memBACA ITU jauh lebih SERU !!

-.Miss Kodok.-


View all my reviews
Madre (Kumpulan Cerita)Madre by Dee
My rating: 3 of 5 stars



MADRE
Mendapatkan warisan dari orang yang sama sekali tidak kita kenal tentulah menjadi satu peristiwa yang sangat mengejutkan. Siapakah gerangan sang pemberi waris tersebut ?? Hubungan apakah yang terdapat di dalamnya ?? Terlebih lagi bila ternyata isi amplop warisan tersebut hanyalah sebuah kunci dan secarik kertas bertuliskan sebuah alamat.

Berbekal kunci dan alamat tersebut, Tansen memulai sebuah perjalanan hingga ke sebuah bangunan tua di daerah Jakarta tua yang dulunya adalah sebuah toko roti bernama "Tan de Baker".
Disanalah Tansen menemukan begitu banyak kejutan. Dari sejarah hidupnya yang sama sekali di luar dugaan hingga warisan yang diterimanya. Kunci yang diwariskan kepadanya ternyata adalah kunci sebuah kulkas yang menyimpan madre , warisan yang sesungguhnya.

Meskipun bagi Tansen semua ini hanya sebuah lelucon, tapi ternyata Madre kemudian mampu memutarbalikkan dunianya dan membawanya memasuki sebuah kehidupan yang sama sekali tak terbayangkan sebelumnya.

Pak Hadi, Pak Joko, Bu Cory, Bu Sum, Bu Dedeh, dan Mei secara serentak memasuki kehidupan Tansen, menggerakkan sebuah bakat alam yang selama ini tak pernah disadarinya sehingga di tangannya Madre kembali menghidupkan toko roti "Tan de Baker" yang mati suri. Madre laksana jantung yang kembali berdenyut kencang memompakan darah mengaliri segenap nadi Tan de Baker. Sehingga toko tersebut tak hanya bangun dari tidur panjangnya, tetapi justru menjadi lebih baik.

Siapakah Madre sesungguhnya ??
Madre yang berasal dari Bahas Spanyol yang berarti "ibu" ternyata adalah "biang pembuat roti" yang diracik secara khusus sehingga tetap hidup hingga puluhan tahun.
Saya yang sama sekali tidak memahami dunia "perotian" jadi bertanya-tanya: apakah biang roti semacam Madre dan Yeye ini benar-benar ada ??

Entahlah, yang pasti dari kisah sederhana ini saya menangkap pesan yang ingin disampaikan Dee bahwa hidup jauh lebih bermakna bila kita bisa memberi arti bagi orang lain. Meskipun itu berarti kita harus meninggalkan "zona nyaman" yang selama ini meninabobokan kita.

"Hidup hanya sekali, maka hiduplah yang berarti !"

Dari 13 cerita/prosa yang terdapat di dalam buku ini, ada beberapa yang sama sekali tidak saya mengerti dan menimbulkan tanya yang tak terselesaikan, misalnya saja tentang cerita "Have you ever ?".

Tapi Rimba Amniotik, Menunggu Layang Layang dan tentu saja Madre, menjadikan buku ini tetap enak untuk dibaca.

-.Miss Kodok.-



View all my reviews
Melawan dengan RestoranMelawan dengan Restoran by Sobron Aidit
My rating: 2 of 5 stars


Hasil tuker-tukeran buku di Festival Pembaca Indonesia 2011.

KECEWA !!

Inilah akibatnya kalau berharap terlalu banyak.
Melihat judulnya dan penulisnya, saya sebagai orang yang sangat ingin mengetahui berbagai informasi seputar tragedi G30S dan orang-orang yang terlibat maupun yang dituduh terlibat di dalamnya, menjadi kecewa.

Sebenarnya buku ini tidak jelek, bahkan cukup bagus. Hanya saja kekecewaan membuat saya hanya mampu memberikan 2 bintang saja (maafkanlah karena ego saya terlibat terlalu dalam).

Buku ini bercerita tentang usaha kaum eksil/para pelarian politik di Perancis untuk mempertahankan hidup mereka. Rasa malu karena harus menerima santunan setiap bulan dari pemerintah Perancis membuat Sobron Aidit dkk mencoba mendirikan sebuah usaha rumah makan khas Indonesia. Semuanya hanya dengan modal nekad. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, usaha ini mampu bertahan hingga kini. Rumah makan yang pada masa orde baru sangat jarang dikunjungi oleh orang Indonesia sendiri (karena ada larangan resmi dari kedutaan)kini menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan bagi warga Indonesia yang merantau di Perancis (dan Eropa). Usaha yang kini mampu memberikan lapangan pekerjaan tidak hanya bagi orang Indonesia sendiri tetapi juga bagi warga negara lain yang merantau di sana.
Sebuah usaha yang sangat membanggakan dan patut mendapat penghargaan yang tinggi.

-.Miss Kodok.-

View all my reviews
Diamond In The Rough (Harlequin Romance #4087)Diamond In The Rough by Diana Palmer
My rating: 3 of 5 stars


John Callister, seorang pria tampan dan kaya pemilik sebuah peternakan sapi terkenal dari Medicine Ridge, Montana. Mereka baru saja membeli sebuah peternakan yang telah lama ditinggalkan pemiliknya di Hollister. Peternakan yang telah rusak tak terawat itu membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk dihidupkan kembali. Untuk mencegah melambungnya harga barang-barang yang dibutuhkan karena namanya, John menyembunyikan identitas dirinya dan datang ke Hollister sebagai seorang mandor pekerja bernama John Taggert.

Di Hollister, John bertemu dengan Sassy, seorang gadis muda yang bekerja di sebuah toko pakan ternak. Berawal dari rasa simpatinya akan nasib malang Sassy yang mengalami pelecehan seksual oleh atasannya, John terlibat semakin jauh dalam kehidupan Sassy. Cara pandang Sassy tentang kehidupan ini membuat John semakin jatuh cinta. Keluguan dan kesederhanaan Sassy membuat John begitu terpesona. John melihat betapa Sassy sangat mensyukuri apa pun yang dimilikinya dalam kehidupannya yang serba kekurangan. Betapa Sassy selalu memikirkan kepentingan orang lain di atas kepentingan dirinya sendiri. John menganggumi Sassy yang mencintainya apa adanya, sangat berbeda dengan para wanita yang selama ini mengelilinginya, yang hanya menginginkan harta keluarga Callister.

Namun masalah timbul ketika Sassy mengetahui jati diri John yang sesungguhnya. Ia marah dan kecewa karena merasa John telah mempermainkannya. Namun akhirnya John mampu meyakinkan Sassy bahwa hanya dengan Sassy lah ia mempunyai keinginan untuk berkomitmen dalam sebuah ikatan pernikahan.

Sebuah cerita Cinderella dengan versi yang berbeda. Seorang gadis miskin yang dipersunting oleh pangeran impian dan berakhir bahagia. Sebuah kisah sederhana yang tidak perlu menguras otak ketika membacanya. Saya menyukai tokoh Sassy yang tegas dan mandiri, tidak cengeng dan menjalani hidupnya dengan ikhlas. Seorang gadis desa yang lugu dan tidak materialistis. Tokoh John juga digambarkan sebagai seorang pria nyaris sempurna. Tampan mempesona, kaya dan baik hati. Cerminan pria ideal dambaan setiap wanita. Sedangkan tokoh antagonis disini digambarkan melalui sosok Bill Tarleton, sosok yang memanfaatkan jabatannya untuk melakukan pelecehan terhadap bawahannya. Tipikal laki-laki yang sangat pantas untuk dikebiri. Cerita mengambil latar di sebuah kota kecil yang tidak terlalu sibuk dimana penduduknya masih sangat peduli satu sama lain. Sebuah tempat yang sangat indah dan hangat. Alur cerita dibuat maju sehingga tidak membingungkan.

Saya mengagumi Diana Palmer sebagai seorang penulis yang cukup santun dalam menggambarkan adegan mesra. John dan Sassy, mereka masih menjaga nilai-nilai moral. Meskipun lumayan jauh, namun mereka tetap menjaga untuk tidak melewati batas yang seharusnya. Mereka tetap bersabar untuk menunggu saat dimana mereka telah resmi menjadi suami istri, meskipun sesungguhnya mereka sangat menginginkannya.

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk membaca cerita-cerita Harlequin. Tapi ternyata sebagai bacaan untuk melemaskan otak, buku ini tidaklah mengecewakan. Dan tampaknya saya mulai menyukai buku bergenre romance seperti ini… (hasyyaaahhh !!!)

Just for share untuk direnungkan:
Saya menyukai ucapan Sassy di hlm. 174:
“Jadi apa tepatnya yang dilakukan orangtua untuk mengenal anak-anak mereka? Semua orang terlalu sibuk sekarang ini. Aku membaca beberapa anak harus mengirimkan SMS pada orangtua mereka dan membuat janji untuk bertemu.Padahal mereka bertanya-tanya kenapa anak-anak sekarang berkelakuan buruk”.

Semoga tidak satu pun dari kita yang mengabaikan anak-anak kita ditengah kesibukan dunia kita.

-.Miss Kodok.-



View all my reviews

Selasa, 18 Juni 2013

Lukisan KematianLukisan Kematian by V. Lestari
My rating: 3 of 5 stars

Purnama (Pur) adalah seorang murid di Taman Kanak-kanak tempat Yani mengajar. Dibandingkan dengan teman-teman sebayanya yang lain, Pur terlihat sangat berbeda. Ia tampak seperti menyimpan sebuah trauma akan sebuah peristiwa yang menakutkan. Terdorong oleh nalurinya sebagai seorang guru, maka Yani yang merasa simpati kepada Pur pun melakukan pendekatan. Tak disangka ternyata Pur memiliki 2 orang ayah sekaligus. Erwin, ayah kandungnya yang tinggal di Medan dan Darmo, ayah tirinya yang kini merawat Pur. Sementara Rosa, ibu Pur meninggal dunia karena terjatuh dari balkon tingkat atas rumahnya. Selain dengan Darmo, Pur juga tinggal dengan Bu Imas, nenek tirinya. Dan selama ini Pur lah yang dituduh sebagai penyebab kematian Rosa.

Saat berkunjung ke rumah Pur, Yani melihat lukisan yang tidak biasa. Wajah mendiang Rosa di dalam lukisan tersebut mencerminkan sebuah ekspresi kematian. Hal ini tentu saja mendatangkan kengerian dalam diri Yani, terlebih lagi ketika secara naluriah ia selalu menatap karpet merah di bawah kakinya, yang kemudian diketahuinya bahwa ternyata di tempat itulah Rosa terjatuh dari balkon.

Tanpa disangka, ternyata Erwin dan Darmo sama-sama jatuh cinta kepada Yani. Dan entah kenapa pula Yani seakan tak mampu menolak keduanya. Melalui surat yang dikirim Erwin dari Medan yang menceritakan tentang situasi di rumah tua milik keluarga Pur, tumbuh keinginan yang begitu kuat dalam diri Yani untuk melihat-lihat dengan mata kepalanya sendiri. Ditambah pula dengan kesempatan yang ditawarkan Darmo kepadanya untuk menginap menemani Pur selama Darmo pergi keluar kota. Pada saat itulah Yani menemukan begitu banyak keanehan yang justru semakin menggugah rasa penasarannya.

Perkenalannya dengan keluarga Pak Muis, tetangga sebelah rumah Pur semakin melengkapi rasa penasaran Yani. Bukan tanpa sengaja Yani pergi ke sebuah pameran lukisan untuk bertemu dengan Sunaryo, sang pembuat lukisan kematian Rosa. Tanpa bermaksud untuk betindak sebagai detektif, berbagai peristiwa mengantarkan Yani pada suatu kesimpulan bahwa Rosa memang sengaja dibunuh. Meski dugaan Yani tentang siapa sebenarnya yang membunuh Rosa keliru, bahkan nyawanya sendiri pun hampir melayang, namun segalanya berakhir dengan baik.

Gaya penuturan khas V. Lestari. Menampilkan tokoh utama seorang wanita yang lembut namun memiliki karakter yang kuat. Konflik dibangun secara lambat namun menggemaskan.

I like it ??

-Miss Kodok.-

View all my reviews